Hampa

Gontai ku melangkah, dalam sedih ku berjalan. Angan menyapa hanya sekedar angan belaka yang memaksa tuk bersua.

Bukan maksud untuk menakuti, atau untuk menghantui. Rasa penasaran menuntunku tuk lewati jalan yang kau lalui. 

Hampa

Dada berdebar disetiap langkah kala ku lewati jalan yang serupa. Untung, aku bukan pemaksa.

Mata bersua tanpa senyum merekah, sungguh rasa nista untuk lakukan sapa. Dalam diam ku bertanya, engkau siapa.

Canda tawa bocah kecil yang kau bawa, semakin menghantui ku untuk ikut bercengkrama, bukan maksud tak sopan mungkin saja bisa berkesan.

Tak dapat ku memberi senyum tuk tatapan kedua, aku malu tuk begitu.

Ingin rasanya jalan mendekat tuk menyapa, atau bertukar kabar, tapi apa daya kita tak saling mengenal. 

Sungguh bagaimana cara yang baik untuk bersua? bertukar kata, saling menyapa. 

Sempat ku berpikir, tuk berlalu begitu saja tapi apa daya kita berjumpa diperhentian yang sama.

Ingin ku bertanya namamu langsung, namun sayang, bibirku beku kakiku mematung waktu pun terhenti, hanya debar jantung yang terdengar kala diperhentian itu.

Hampa rasanya ku lewati kesempatan ini, tapi begitulah kenyataannya, kenyataan dari pecundang yang tak punya hak.

Hanya sajak liar ini yang dapat ku sampaikan, semoga kita bersua kelak. 
Read more

Kubangan Solidaritas

Siang kelar hujan deras reda, kami dapat perintah buat tutup mata kami, dalam kondisi mager dan perut kenyang, soalnya selama hujan kami makan siang. gua tak tau jam berapa, sebab semua aksesoris mesti dilepas baik itu kalung, cincin, HP, jam tangan, jam weaker, gelas akua mesti dicopot. Tapi satu yang jelas,  itu siang, wong panas banget.

Dipikiran gua sih siang-siang gini, abis makan, disuruh tutup mata, nikmat banget nih kalau tidur. Kelar pakai tutup mata kami disuruh bikin formasi layaknya ular sesuai regu kami, lalu duduk. dengan kondisi duduk begini lalu disapa dengan angin pantai yang berembus sejuk. Gua ketiduran.

Kubangan Solidaritas

Ga lama gua tidur, gua ngerasa ada tangan yang narik gua buat bangun. gua bangun trus digiring kearah yang ntah gua ga tau kemana, yang jelas kami masih dipantai. Dengan tangan ditarik dan bahu pegang ular gua, pegel gila.  
Kami digiring kearah yang tak jelas, gua ngerasa masih muter muter ditempat gua tidur tadi. Kelar muter muter kami turun ke pantai, gua tau itu pantai karna bunyinya beda dan gua bisa ngintip lewat bawah tutup mata gua, HAHAHA!. Karna turun pantai itu ada tangganya, tangganya jelek pula, dari tumpukan batu karang yang bentuknya ga karuan. Ini bukan pantai Recommended buat liburan banget. Gua sih ga ada masalah selama turun tangga, wong bisa ngintip, Ular gua kelabakan dibelakang ngekorin yang depan, mana pakai acara turun tangga karang lagi. otomatis mereka banyak yang jatuh ketimbang kelepas dari ularnya. Kenapa gua tau? ya pembina gua ketawa puas liat mereka jatuh.

Kubangan Solidaritas

Dari mata kaki, betis, paha, pinggang, perut, gua heran ini laut kok ga dalem dalem perasaan gua dibawa jalan lurus tapi ga ngerasa ada yang beda ama airnya. sepinggang gua mulu. Muak karna airnya segitu gitu aja, kami pun jongkok. Wah pas jongkok itu, beugh nikmat banget, pas air masuk disela sela celdam.

Agak lama kali jalan jongkok di laut, kami berdiri dibawa ke tepi pantai. Kami disuruh jalan jongkok lagi, beberapa langkah kami jalan, Ugh. Nikmat Aroma tong sampah yang semerbak menusuk rongga hidung, Kami digiring ke kubangan lumpur. Kubangan itu yang jelas isinya air + aroma tong sampah dan kawan kawannya. Dari hasil ngintip gua dibawah, warna airnya kuning men. Ada beberapa meter kami jalan disitu, kami balik lagi ke Laut.

Kelar berendam dilaut buat bilas kubangan sampah tadi kami disuruh stay di tepi pantai untuk beberapa saat yang membosankan. Di momen nunggu itu pun gua ketiduran lagi, kampret emang. 

Kelar nunggu, ternyata ada games yang nungguin kami buat di selesaikan, satu persatu games kami jalani dari total 8 games tak ada satu pun yang menang, gua rasa memang semuanya ga menang deh. 

Reward kekalahan kami beragam, mulai dari kopi buat codet, make up lumpur, lipstik baru mbak mbak rasa stoberi, agar agar air laut, kopi sore plus plus (isinya air laut), pare segar, and secuil bawang putih mesti kami telan. 

Digames ke enam atau berapa gitu gua lupa, yang jelas gamesnyaa ada delapan. kami mesti tinggalin satu orang di pos games itu. Dengan instruksi wali kami pun nurut aja, luckily bukan gua yang ditunjuk, soalnya masih pengen ikutan. Dengan berkurangnya satu kami menyelesaikan tantangan yang tersisa. 

Kelar di tantangan delapan kami dihadapkan untuk briefing ama ketua organisasi, disitu kami\berjanji buat kompak setiap saat, kami pun berjanji kala itu. 

Tapi pas dihadapkan dengan kawan yang ditinggal tadi kami ga dapat berkata apa apa. sebut aja A
"A, Kenapa kamu ditinggal?"
"Disuruh wali tadi kak"
"Kenapa kalian tinggalin dia, kalian bilang kalian mau kompak"

Suasana hening seketika.

"Memang itu perintah wali, tapi mestinya kalian ke pos terakhir bareng, dari awal kalian bareng ya kelarinnya bareng juga, Paham!?."

Kubangan Solidaritas

Gua ga tau apa yang dipikiran rekan setim gua, yang jelas di momen hening itu gua mikir.
"Whoa, this games was well prepared" dan gua pun "I will try to not left my dudes behind anymore" and some wild thought appeared and said " What if ur dude is the stubborn one?"and wild answer appeared "Lets see how we gonna help him/her". Pikiran gua kaya game pokemon yang pas lewat semak semak muncul pokemon. 

Gua ga tau rekan gua mikir gimana yang jelas pesan dari momen kami tinggalin rekan setim itu supaya kami "Kompak Selalu", Just like their motto " Salam Kompak, Kompak Selalu".

Sadly some of the photos are blurred, and its out of my coverage to prevent it . But that's fine. As long as i got the memories and the photos.
Read more

Pantaskah Kita Marah dengan Terbaliknya Bendera ?

Asean Games 2017 baru aja kelar, tentu kita sebagai orang Indonesia ada beberapa hal buruk yang nyangkut dibenak kita tentang Acara ini, Mulai dari kecurangan wasit, Supir bus yang nyolong, Makanan atlet yang habis, sampai yang paling bikin emosi orang indonesia yaitu Bendera Terbalik.

Aku setuju dengan statement yang dibilang pak Mahfud MD, beliau bilang :

bendera terbalik
comot dari google

"Terus terang kita merasa marah dan sangat tersinggung dengan yang terjadi di Malaysia itu. Masa Malaysia bisa begitu cerobohnya membuat gambar bendera Indonesia terbalik." 
dan "Kalau pun dianggap ketidaksengajaan itu merupakan tindakan yang sama sekali tidak profesional di dalam melaksanakan tugas." 
lalu "Saya kira pantas banyak rakyat yang marah, saya sebagai warga negara juga protes keras karena itu bukan hal yang bisa dibuat lucu-lucuan karena itu simbol negara."

Gimana setuju ga? tentu kalian setuju dengan pernyataan beliau, dan dengan pernyataan ini kalian pasti semangat buat "Ganyang Malaysia".

Aku masih ingat gimana guru sejarah jelasin tentang "Ganyang Malaysia" ini, gimana jiwa nasionalisme pak Soekarno membakar semangat rakyat Indonesia, dengan situasi saat itu sangat memungkinkan untuk kita semangat membalas perlakuan buruk Malaysia kepada Indonesia.

Namun berbeda dengan sekarang, coba aku tanya.

Kenapa kalian marah - marah dengan bendera terbalik sementara kalian ngeluh dengan upacara bendera, kalian ngobrol selama upacara bendera, kalian main hp saat upacara bendera, kalian pura pura sakit saat upacara bendera, kalian ogah-ogahan belajar bahasa, tarian, alat musik dan budaya daerah indonesia, kalian jarang pakai batik, dan dengan atas nama trend dan gengsi kalian malu pakai produk lokal, Kenapa Marah?

Saat salah satu budaya kita diklaim oleh negara lain kita berkoar-koar layaknya orang kebakaran jenggot, dengan ucapan "ITU BUDAYA KAMI!!!".

Coba pikir, kalau memang itu budaya kita, perlakukan hal itu selayaknya seperti kalian memeliki sesuatu, kalian pelajari, kalian tanamkan dalam jiwa ini punya kami, bukan eta terangkanlah yang kalian viralkan.

Satu hal terakhir, 

Kalian pantas marah untuk hal ini selama kalian ga melakukan apa yg aku sampaikan, kalian ga berhak marah kalau kalian malah melakukan yang aku sampaikan.

Kalau kalian memang cinta akan bangsa ini, tanamkan sifat nasionalisme ke diri kalian, dan turunkan ke generasi yang lebih muda, karena pemuda adalah penggerak kemajuan suatu bangsa.

Terima Kasih sudah membaca.
Read more

Generasi Karet Generasi Nunduk

"Bro ngumpul yok!" atau "Coy, Kapan reunian nih!" kedengaran excited memang saat ada kawan yang ngajak buat ngumpul bareng atau hangout buat temu kangen atau sekedar ngobrol untuk 'time killing'.

Pas gua dapat ajakan untuk ngumpul begini, gua termasuk orang yang excited dengarnya, paling semangat dan paling ga sabaran untuk acara itu mulai. Soalnya bakal ketemu sama orang yang udah cukup lama ga jumpa atau buat sekedar 'killing time'.

Dengan segala hal telah diatur sedemikian rupa supaya semuanya bisa ngumpul bareng, pasti ada aja orang yang ga bisa datang. Buat gua sih, bagus memang kalian kerja atau ada kesibukan yang penting, tapi inget, apa salahnya sih buat luangkan waktu untuk bercengkrama dengan sobat di SMA atau tingkat pendidikan lainnya?  ga rugi kok hitung-hitung refreshing, mungkin siapa tau mereka bisa bantu kesulitan lu. Dengan lu datang gitu aja, lu udah bantu mereka hilangin rasa kangen ke sohib-sohibnya dulu. Ya kalau lu ga bisa karena ada suatu musibah itu mau gimana lagi, sudah takdir karena memang ga ada rencana buat hal itu. Jadi ya usahakanlah, sebab mereka adain beginian itu ga tiap hari atau tiap minggu atau tiap bulan, paling 6 bulan atau setahun, bahkan ada yang lima tahun sekali.

Generasi Nunduk
comot dari google

Oke balik lagi, hari yang ditentukan pun tiba, karena memang gua orangnya rada tepat waktu gua datang duluan ke tempat yang udah ditentuin. gua tungguin itu orang-orang sampai datang, 15 menit lewat, 30 menit lewat, 45 menit lewat,  60 menit lewat. Dah sejam nih belum ada yang datang juga gua pun mulai muak dengan kelakuan ga bagus ini.

Orang Indonesia bilang, "kalau ga ada aturan ketat, Jam orang Indonesia itu jam Karet, jadi jam berapa pun disuruh ngumpul. mereka bakal datang belakangan alias telat". statement ini nih yang mestinya di ubah, pola pikir gini yang mestinya diubah karena Janji ya Janji, Mesti lu tepati. Datang jam segitu, jam segitu juga mesti datang, kalau telat 5-10 menitan okelah pasti ada toleransi, ya kali telat sampai 1 jam gitu. Ngapain aja lu dijalan? Masak Roti? Cuci Baju? Buka Rental PS?. Tolonglah diubah sifat jelek ini juga, dengan tepat waktu kita banyak hal yang kita dapat, coba aja kalau ga percaya, kalau gua kasih tau ntar ga penasaran. 

Balik lagi, dengan perasaan muak mulai naik, gua pun berpikir untuk ga jadi ikutan acara ini walaupun udah sampe di tempat. Pas rencana gua mau pergi ini disusun datanglah mereka satu persatu. Ya tentu ga jadi gua pergi, mereka dah datang. Sebenarnya bisa aja gua pergi, soalnya gua datang tepat waktu, gua berhak dong marah dan pergi tinggalin tempat. ya lebih baik gua urungkan niat itu.

Dah pada datang semua nih, ya tentu acara mulai ya kan, ga pake MC juga lah, semuanya pada ngobrol gimana sekarang, kerja dimana, kuliah dimana, bla bla bla bla gua pun begitu.

Pasti di antara orang ngobrol itu bakal ada satu atau beberapa kampret yang nunduk. Gua oke aja kalau mereka nunduk karena ketiduran, mungkin capek yakan. Lah ini mereka nunduk main HP sepanjang temu kangen berlangsung. Pengen gua 'ngegas' "Itu otak dipake ga sih? ada orang ngomong didepan lu main HP, ada momen buat ngumpul lu main HP. next time lu ga usah ikut aja, kalau cuma bawa badan doang, tapi otak lu ga dibawa ke tempat", gua urungkan lagi niat gua ini, ya karena gua pengen ketemu juga, masa marah-marah abis ga ketemu sekian lama.

Gua pun gagas ide, Gua pinjem talenan dari kasir, terus gua bilang ini ke rekan - rekan gua semua.

"Karena gua datang duluan, gua ada aturan buat kita semua. HP tolong letak disini, yang pegang hp nya, apapun yang terjadi harus bayar semua pesanan sendiri!" sambil gua tunjukin talenan dari kasir tadi.

Beberapa dari mereka pun ga setuju, dan gua tanyakan tujuan mereka kemari buat apa? buat ngumpul atau main hp? dan mereka pun mau tak mau setuju dengan usulan gua yang rada ekstrim itu, Ekstrim buat maniak nunduk, buat gua sih engga.

Kelar kumpulin HP mereka pun mulai ngobrol satu sama lain, beberapa lirik-lirik hp nya dengan tatapan sedih, ada juga yang ga masalah dengan itu.

Acara pun kelar tanpa ada yang nunduk selama acara kumpul berlangsung dan hp mereka kembali dengan sejuta notifikasi yang baru ditinggal beberapa lama. Ga tau gua ngapain aja mereka sampai sebanyak itu notif nya, heran gua.

Sebenarnya masalah ginian itu adalah softskill dari pribadi masing masing. Dengan lu menghargai kawan dan lu datang tepat waktu aja lu sudah jadi orang hebat diantara bedebah-bedebah kampret itu.

Terima kasih buat lu yang udah ngerjain hal ini sebelumnya, terima kasih buat lu yang ada niatan untuk berubah. Gua berdoa untuk lu yang belum ada niatan untuk rubah sifat itu.

Pesan gua, jangan jadi generasi bedebah, generasi nunduk, generasi konsumtif yang gabakal bikin negara ini maju.
Read more

Oy Botak, Minggir!

Hari berlangsung cukup normal, ya setidaknya untuk saat ini. soalnya baru beberapa hari ngampus, so belum banyak kesibukan bermunculan.

Seminggu ngampus tentu gua sudah ketemu seluruh dosen yang akan mengajar untuk satu semester kedepan.

Berbagai macam tipe dosen yang kami temui setelah seminggu belakangan ini, mulai dari yang ngomongnya buat dia dan barisan duduk depan,  yang demen kami bikin suasana kuburan, yang senang hiburan, yang senyum manis tapi serem, beragam deh.

Oy Botak
comot dari google

Seperti biasa setiap pengajar menjelaskan tentu ada momen sang pengajar nulis di papan tulis. Dengan kondisi gua duduk yang di rada belakang-efek telat datang bentar-jadi rada ga keliatan pengajar itu nulis apa. 

Dengan kepala belok kesana kemari layaknya mengelak lintasan peluru perang dunia dua. guapun ngomong ke orang depan supaya rada minggir. Gua salin tulisannya, Gua salin semampu gua, tapi yang gua heran kemana barang yang gua salin itu sekarang.

Alhasil gua pun terhalang dengan kilauan cahaya dewa dari kepala licin bin kinclong alias botak yang pada momen itu nutupin papan tulis.

Kami pun terkesima dengan pancaran sinarnya, pantulan sempurna bak prisma dilalui cahaya yang menghasilkan pelangi. Untuk beberapa detik kami terdiam dan gua pun memutuskan setelah melakukan pertimbangan dari waktu istirahat ditambah jumlah tulisan yang belum disalin akan membuat masalah, sebab kantin bakalan ramai kalau gua telat dikit aja. 

Dengan nafas dalam dan suara yang gua atur sedemikian rupa, gua pun teriak dengan gaya naruto ngomong ke gaara yang diatas gunung batu.

"Oy Botak!, Minggir!", itu yang sebenarnya ada dipikiran gua, tapi yang keluar lebih sopan "Pak, tolong geser pak, ga nampak." sambil senyum cengesan, bapak itu noleh dengan mata sinis, dan bergeser. 

Dalam hati gua "Selamat, ga jadi dapat F", kalau beneran gua bilang itu nilai F di pelajaran itu plus SP bakal melayang ke orang tua gua.

Alhasil gua pun terima nasib buat ngantri dikantin dan mesti ngantri lagi buat duduk di kantin, kampret dah.

Read more

Profesionalitas dengan Domain TLD

Memiliki blog tentunya bukan semua keinginan orang, tapi bagi orang yang memahami dan memiliki tentu tau apa yang di butuhkan untuk blog miliknya.

Dengan memiliki blog kita dapat melakukan berbagai hal, mulai dari gimana menulis artikelnya, tentuin tema blognya, mengatur SEO-nya pasti akan mereka perdalami.

SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization, yang mana artinya adalah Optimasi Mesin Pencari. SEO merupakan proses serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan blog atau web melalui pencari.

Tujuan dari SEO adalah menempatkan posisi web pada posisi paling pucuk, atau setidaknya pada halaman pertama mesin pencari berdasarkan hasil pencarian dengan kata kunci tertentu. Dengan berada pada posisi paling atas atau pada halaman pertama, blog atau web itu akan memiliki peluang lebih besar mendapat pengunjung  dari hasil pencarian.

Bagian dari SEO meliputi tema blog, template, keyword postingan blog, domain blog, dan masih banyak lagi.
Exabytes Blogger
Program Exabytes Blogger

Sesuai judul, saya akan membahas mengenai domain. Langsung saja, domain TLD adalah salah satu tingkatan tertinggi domain pada sistem penamaan domain di internet.

Contoh dari domain TLD adalah : .com, .net, .biz, .edu, .info dan masih banyaaaaak lagi.

Cara mendapatkan domain TLD adalah dengan mengunjungi website penyedia hosting dan domain, untuk pemula ketidakpercayaan kepada pelayan penyedia hosting dan domain cukup tinggi, sebab mereka akan mengantisipasi terjadinya penipuan, namun ada salah satu penyedia domain dan hosting yang memberikan kepercayaan lebih untuk kita para blogger dengan domain gratisan alias seperti ini duaduadua.blogspot.com atau duaduadua.wordpress.com kedua itu adalah domain gratisan.

PT. Exabytes Network Indonesia, web hosting Indonesia yang berkomitmen membantu UMKM/UKM dalam menyediakan layanan online mulai dari pendaftaran domain, web hosting, desain web, e-commerce dan digital marketing.

Dengan tagline "Grow Your Bussiness Online", sejak Maret 2017 lalu, Exabytes Indonesia telah meluncurkan beberapa program, yaitu Program Grow (untuk pelaku usaha kecil) dan Program Blogger (untuk para blogger).


Berikut Cara Mendaftar Program Grow

1. Kunjungi alamat web ini Exabytes
2. Scroll sampai halaman paling bawah
3. Setelah itu kita dapat melihat pada bagian footer
4. Klik bagian pada kotak merah yang ditandai garis putih seperti yang terlihat pada gambar

5. Kamu akan diarahkan ke alamat Program Exabytes Blogger.
6. Lalu ikuti intstruksi dibawah ini 

7. Jangan lupa untuk membaca bagaimanasih kriteria artikel yang di butuh kan. Hal itu akan terdapat pada halaman itu juga. 

8. Tunggu konfirmasi dari pihak Exabytes melalui email yang kamu masukkan bersamaan dengan link postingan kamu.


bagaimana? mudah bukan? setelah kamu melakukan serangkaian prosedur diatas kamu bakal mendapat imbalan berupa domain .com dengan harga RP. 9.900,- saja, siapapun tentu ingin mendapatkan domain TLD dengan harga segitu. Selamat Mencoba!


Read more