Pengalaman Donor Darah

Waahhh.. 
Hampir sebulan belum ada saya sentuh blog ini. Sebukan saya tinggal cukup banyak debu-debu berterbangan dimana-mana, sarang laba-laba pun ada haha.

Dipenghujung bulan ini, setelah sebulan memikirkan konten apa yang akan saya tulis dihalaman blog untuk postingan terbaru saya, akhirnya inilah yang akan saya tuangkan.

Kali ini saya akan berdongeng dengan tulisan tentang bagaimana Pengalaman Donor Darah yang saya lakukan dibulan ini.
Untuk kita ketahui donor darah adalah kegiatan sukarela yang bertujuan untuk transfusi darah untuk orang lain.
Pengalaman Donor Darah
Pengalaman Donor Darah

Sebelum saya donor darah ada beberapa hal yang dilakukan oleh petugas untuk tubuh saya,

Pertama Isi soal ulangan, eh kuisioner mengenai riwayat penyakit yang saya alami, kebetulan kuisioner ini ga ada remedialnya, eh kebetulan kuisioner ini ga ada ditemukan penyakit yang saya alami dan alhamdulillah belum ada penyakit berat yg tertera di kertas ujian itu, eh di kuisioner yg saya isi.

Kedua mengantri, mengantri berarti menunggu, nasib baik hal yang saya tunggu ini jelas ketimbang saya menunggu respon gebetan yang ga pasti hahaha, emang lu punya? ya kagak lah.

Ketiga giliran pun tiba, sebenarnya dikertas ulangan yang saya isi tadi, eh kuisioner yang saya isi tadi ada nomer antrianya, tapi sebelum antri saya solat dulu, ya lagian memang antriannya ga sesuai nomer sih, ya saya juga kurang mempermasalahkan hal itu soalnya acara ini kan sukarela berarti pesertanya sudah bersedia apapun yang terjadi selama donor darah berlangsung. Balik lagi saya duduk dikursi wawancara, ya saya kurang tau bagian apa itu yang jelas dikursi itu saya diwawancara guna memastikan sesuaikah data yang saya isi dan ada beberapa pertanyaan lainnya, seperti apakah saya minum obat kemarin malam, ada penyakit akhir akhir ini, dan juga sudah pernah sebelumnya donor ya kira-kira begitulah, kelar diwawancarai saya bergeser ke kursi sebelah, untuk check golongan darah saya, karena saya ga yakin dengan golongan darah saya, dan juga demi keselamatan si calon penerima donor lebih baik saya melakukan periksa.

Ibu saya mengatakan bila ada form donor darah selalu isi dengan darah O sebab ia golongan darah O, ya saya percaya percaya aja dong, toh ibu saya sendiri. Nah hasil periksa golongan darah saya cukup mengejutkan, setelah dilakukan pengujian golongan darah, Golongan darah saya adalah B, wah apa apaan ini pikir saya, kalau pun benar itu B, nasib baik saya belum ada donor darah sebelumnya bila ada sudah tak tau bagaimana nasib penerima donor yg mengunakan darah saya, yang harusnya ia dapat O malah dapat B yang tentu akan mengancam kesehatan si penerima donor.

Keempat darah saya disedot, Masih dalam keadaan syok kecil setelah mengetahui golongan darah saya, saya mulai beranjak dari kursi dan berbaring ke tandu stretcher, buat yang ga tau itu apa bisa di search google. Berbaring saya di tandu itu, dan saya pun terheran, Organisasi yang menyelenggarakan donor darah ini adalah PMI yang mana itu adalah organisasi sosial untuk kesehatan, nah yang saya herankan kenapa dokter yang akan melakukan transfer darah itu obesitas, secara dunia kedokteran, obesitas termasuk dari bagian dari hidup tak sehat jadi tak sesuai dengan kodratnya dong, seorang dokter yang menyembuhkan kesehatan orang lain tak peduli dengan kesehatannya, sungguh ironi pikir saya. Hal ini pun terjadi dengan seorang mentri kesehatan Belgia, Maggie de Block, dengan jabatan "Menteri Kesehatan" ia tak mencerminkan pribadi yang shat, buat yang penasaran bisa search di google.

Kembali di pembaringan tenda, saya berbaring dan dokter itu mengukur tekanan darah saya kembali, lengan saya diberi antiseptik, dan dokter itupun menyiapkan jarum yang akan menerobos di kulit saya. Sekitar 2-3 menit dokter itu selesai preparasi untuk peralatan transfusi, ia menyuruh saya untuk menarik nafas dalam. Harusnya setelah ia menyuruh saya menarik nafas baru ia dicocok jarum segede pipet aq*a gelas, tapi ini tidak setelah ia beri instruksi tarik nafas dalam saya baru akan mulai menarik nafas sudah dicucuk kan jarum itu, perih cok. susah gambarin gimana rasanya.

sekitar 3-5 menitan darah saya disedot, ga berasa apa apa kalau darah itu ubah haluan ke kantong darah, ya ga ada lah kampret, namanya darah ga ada syaraf lah. Penuh kantong darah itu di jepit nya saluran selang ke kantong dari lengan saya dan diputusnya, "lah ini sirkulasi darah ku nyumbat cok" pikir saya. Dipukul-pukul kantong darah itu di elus-elus, sedikit di kocok, eh malah diiket, dah mau keluar malah diiket kan kentang, trus disimpen di kontainer dingin.

Habis cucuk pasti dilepasin dong, kejadian ini terulang lagi, dokter itu kasih instruksi untuk ambil nafas dalam, saya baru mulai mau ambil dah dicabut jarum kampret itu, perih gila belum siap dah dicabut itu kaya lu blum kelar ulangan tapi kertasnya ditarik pengawas. pas di cabut itu "Eeeehhh kampret, sabar dulu napa" pikir saya, memang metode pengurangan rasa sakit memang menarik nafas, tapi kecepatan cok.

Kelar donor dikasih stiker lubang jarum saya tadi, dan yang paling saya tunggu pokari gratis wahahahaha. Ga deh tujuan saya murni untuk donor bukan untuk pokari. Umumnya habis donor selalu ada makanan dan suplemen untuk tambah darah yang diberikan, isinya kebayangkan apa.

Setelah donor dapat teh manis hangat, dapet kartu PMI. Dikartu itu ada keterangan donor 10x, 50x, dst dapat penghargaan dari PMI, saya ga tau berupa apa penghargaan itu mungkin lebih baik saya akan coba cari tahu sendiri.

Harapan saya, Semoga Penerima Donor yang memerlukan transfusi darah dari darah yang saya donorkan dan peserta lainnya dapat terselamatkan dan sehat selalu, aamiin. 

Comments

Postingan yang Lain

Profesionalitas dengan Domain TLD

Hampa

Oy Botak, Minggir!