Kubangan Solidaritas

Siang kelar hujan deras reda, kami dapat perintah buat tutup mata kami, dalam kondisi mager dan perut kenyang, soalnya selama hujan kami makan siang. gua tak tau jam berapa, sebab semua aksesoris mesti dilepas baik itu kalung, cincin, HP, jam tangan, jam weaker, gelas akua mesti dicopot. Tapi satu yang jelas,  itu siang, wong panas banget.

Dipikiran gua sih siang-siang gini, abis makan, disuruh tutup mata, nikmat banget nih kalau tidur. Kelar pakai tutup mata kami disuruh bikin formasi layaknya ular sesuai regu kami, lalu duduk. dengan kondisi duduk begini lalu disapa dengan angin pantai yang berembus sejuk. Gua ketiduran.

Kubangan Solidaritas

Ga lama gua tidur, gua ngerasa ada tangan yang narik gua buat bangun. gua bangun trus digiring kearah yang ntah gua ga tau kemana, yang jelas kami masih dipantai. Dengan tangan ditarik dan bahu pegang ular gua, pegel gila.  
Kami digiring kearah yang tak jelas, gua ngerasa masih muter muter ditempat gua tidur tadi. Kelar muter muter kami turun ke pantai, gua tau itu pantai karna bunyinya beda dan gua bisa ngintip lewat bawah tutup mata gua, HAHAHA!. Karna turun pantai itu ada tangganya, tangganya jelek pula, dari tumpukan batu karang yang bentuknya ga karuan. Ini bukan pantai Recommended buat liburan banget. Gua sih ga ada masalah selama turun tangga, wong bisa ngintip, Ular gua kelabakan dibelakang ngekorin yang depan, mana pakai acara turun tangga karang lagi. otomatis mereka banyak yang jatuh ketimbang kelepas dari ularnya. Kenapa gua tau? ya pembina gua ketawa puas liat mereka jatuh.

Kubangan Solidaritas

Dari mata kaki, betis, paha, pinggang, perut, gua heran ini laut kok ga dalem dalem perasaan gua dibawa jalan lurus tapi ga ngerasa ada yang beda ama airnya. sepinggang gua mulu. Muak karna airnya segitu gitu aja, kami pun jongkok. Wah pas jongkok itu, beugh nikmat banget, pas air masuk disela sela celdam.

Agak lama kali jalan jongkok di laut, kami berdiri dibawa ke tepi pantai. Kami disuruh jalan jongkok lagi, beberapa langkah kami jalan, Ugh. Nikmat Aroma tong sampah yang semerbak menusuk rongga hidung, Kami digiring ke kubangan lumpur. Kubangan itu yang jelas isinya air + aroma tong sampah dan kawan kawannya. Dari hasil ngintip gua dibawah, warna airnya kuning men. Ada beberapa meter kami jalan disitu, kami balik lagi ke Laut.

Kelar berendam dilaut buat bilas kubangan sampah tadi kami disuruh stay di tepi pantai untuk beberapa saat yang membosankan. Di momen nunggu itu pun gua ketiduran lagi, kampret emang. 

Kelar nunggu, ternyata ada games yang nungguin kami buat di selesaikan, satu persatu games kami jalani dari total 8 games tak ada satu pun yang menang, gua rasa memang semuanya ga menang deh. 

Reward kekalahan kami beragam, mulai dari kopi buat codet, make up lumpur, lipstik baru mbak mbak rasa stoberi, agar agar air laut, kopi sore plus plus (isinya air laut), pare segar, and secuil bawang putih mesti kami telan. 

Digames ke enam atau berapa gitu gua lupa, yang jelas gamesnyaa ada delapan. kami mesti tinggalin satu orang di pos games itu. Dengan instruksi wali kami pun nurut aja, luckily bukan gua yang ditunjuk, soalnya masih pengen ikutan. Dengan berkurangnya satu kami menyelesaikan tantangan yang tersisa. 

Kelar di tantangan delapan kami dihadapkan untuk briefing ama ketua organisasi, disitu kami\berjanji buat kompak setiap saat, kami pun berjanji kala itu. 

Tapi pas dihadapkan dengan kawan yang ditinggal tadi kami ga dapat berkata apa apa. sebut aja A
"A, Kenapa kamu ditinggal?"
"Disuruh wali tadi kak"
"Kenapa kalian tinggalin dia, kalian bilang kalian mau kompak"

Suasana hening seketika.

"Memang itu perintah wali, tapi mestinya kalian ke pos terakhir bareng, dari awal kalian bareng ya kelarinnya bareng juga, Paham!?."

Kubangan Solidaritas

Gua ga tau apa yang dipikiran rekan setim gua, yang jelas di momen hening itu gua mikir.
"Whoa, this games was well prepared" dan gua pun "I will try to not left my dudes behind anymore" and some wild thought appeared and said " What if ur dude is the stubborn one?"and wild answer appeared "Lets see how we gonna help him/her". Pikiran gua kaya game pokemon yang pas lewat semak semak muncul pokemon. 

Gua ga tau rekan gua mikir gimana yang jelas pesan dari momen kami tinggalin rekan setim itu supaya kami "Kompak Selalu", Just like their motto " Salam Kompak, Kompak Selalu".

Sadly some of the photos are blurred, and its out of my coverage to prevent it . But that's fine. As long as i got the memories and the photos.
Read more

Pantaskah Kita Marah dengan Terbaliknya Bendera ?

Asean Games 2017 baru aja kelar, tentu kita sebagai orang Indonesia ada beberapa hal buruk yang nyangkut dibenak kita tentang Acara ini, Mulai dari kecurangan wasit, Supir bus yang nyolong, Makanan atlet yang habis, sampai yang paling bikin emosi orang indonesia yaitu Bendera Terbalik.

Aku setuju dengan statement yang dibilang pak Mahfud MD, beliau bilang :

bendera terbalik
comot dari google

"Terus terang kita merasa marah dan sangat tersinggung dengan yang terjadi di Malaysia itu. Masa Malaysia bisa begitu cerobohnya membuat gambar bendera Indonesia terbalik." 
dan "Kalau pun dianggap ketidaksengajaan itu merupakan tindakan yang sama sekali tidak profesional di dalam melaksanakan tugas." 
lalu "Saya kira pantas banyak rakyat yang marah, saya sebagai warga negara juga protes keras karena itu bukan hal yang bisa dibuat lucu-lucuan karena itu simbol negara."

Gimana setuju ga? tentu kalian setuju dengan pernyataan beliau, dan dengan pernyataan ini kalian pasti semangat buat "Ganyang Malaysia".

Aku masih ingat gimana guru sejarah jelasin tentang "Ganyang Malaysia" ini, gimana jiwa nasionalisme pak Soekarno membakar semangat rakyat Indonesia, dengan situasi saat itu sangat memungkinkan untuk kita semangat membalas perlakuan buruk Malaysia kepada Indonesia.

Namun berbeda dengan sekarang, coba aku tanya.

Kenapa kalian marah - marah dengan bendera terbalik sementara kalian ngeluh dengan upacara bendera, kalian ngobrol selama upacara bendera, kalian main hp saat upacara bendera, kalian pura pura sakit saat upacara bendera, kalian ogah-ogahan belajar bahasa, tarian, alat musik dan budaya daerah indonesia, kalian jarang pakai batik, dan dengan atas nama trend dan gengsi kalian malu pakai produk lokal, Kenapa Marah?

Saat salah satu budaya kita diklaim oleh negara lain kita berkoar-koar layaknya orang kebakaran jenggot, dengan ucapan "ITU BUDAYA KAMI!!!".

Coba pikir, kalau memang itu budaya kita, perlakukan hal itu selayaknya seperti kalian memeliki sesuatu, kalian pelajari, kalian tanamkan dalam jiwa ini punya kami, bukan eta terangkanlah yang kalian viralkan.

Satu hal terakhir, 

Kalian pantas marah untuk hal ini selama kalian ga melakukan apa yg aku sampaikan, kalian ga berhak marah kalau kalian malah melakukan yang aku sampaikan.

Kalau kalian memang cinta akan bangsa ini, tanamkan sifat nasionalisme ke diri kalian, dan turunkan ke generasi yang lebih muda, karena pemuda adalah penggerak kemajuan suatu bangsa.

Terima Kasih sudah membaca.
Read more